Jumat, 27 Juli 2012

8 Level Proses Analisa Untuk Pengambilan Keputusan



Risk management merupakan strategi untuk mengelola risiko dalam rangka mencapai tujuan. Hal yang sangat dibutuhkan oleh manajemen risiko adalah data dan analisa. Keduanya punya peranan yang sangat penting dalam menentukan pengambilan keputusan krusial dalam manajemen risiko.

Menurut SAS, terdapat delapan level proses analisa (analytics) yang digunakan dalam bisnis. Empat level pertama merupakan business intelligence dan umum dilakukan oleh semua perusahaan, serta lebih melihat aktivitas yang sudah berlalu. Keempatnya mendukung pengambilan keputusan reaktif, yakni memahami fakta setelah terjadinya sesuatu. Sementara itu, empat level terakhir mendukung pengambilan keputusan proaktif, dimana berusaha untuk berinovasi dan memprediksikan apa yang terjadi di masa mendatang.
Dalam manajemen risiko, kebutuhannya tentu hingga level terakhir, karena manajemen risiko memang harus mampu memprediksikan risiko-risiko apa saja yang potensial, dan mengukur bagaimana dampaknya, serta tindakan apa yang akan dilakukan.
Berikut ini adalah kedelapan level proses analisa:

1. Standard Report

Report ini hanya berisikan informasi-informasi yang standar, dihasilkan secara rutin, dan hanya menjelaskan apa yang terjadi dan kapan terjadinya. Sederhana namun bermanfaat, hanya saja tidak dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusan jangka panjang. Contohnya adalah laporan keuangan kuartalan.

2. Ad Hoc Report

Report ini memberikan informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan report standar, dan lebih customized. Report ad hoc memungkinkan Anda untuk mengajukan pertanyaan serta mendesain laporan yang customized untuk memperoleh jawaban dari pertanyaan yang lebih detail seperti dimana, seberapa banyak, hingga seberapa sering.

3. Query Drilldown

Tingkat analisa selanjutnya lebih mendalam lagi, yakni query drilldown, yang sudah berusaha untuk menemukan jawaban akan sesuatu. Pada tahap ini Anda berusaha mencari tahu dimana letak permasalahan, serta bagaimana solusinya. Contohnya adalah perusahaan berusaha untuk melakukan observasi terhadap perilaku konsumennya yang berbeda-beda.

4. Alerts

Tingkat selanjutnya adalah Alerts, yang akan memberikan indikasi ketika terjadi masalah, dan memberikan notifikasi jika hal yang serupa terjadi di masa depan. Alerts bisa muncul di mana saja, mulai dari RSS feeds, email, hingga indicator merah pada scorecard ataupun dashboard Anda. Di tahap ini, Anda selanjutnya akan merespon alert tersebut dengan mengambil tindakan yang diperlukan.

5. Statistical Analysis

Kemudian di tingkat kelima ada analisa statistic yang merupakan perhitungan rumit seperti regresi, korelasi dan sebagainya. Analisa statistic ini digunakan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan menjawab pertanyaan, berdasarkan pada data yang dimiliki. Selain dapat berfungsi untuk menjelaskan suatu data, analisa statistic juga dapat memperlihatkan pada Anda peluang yang mungkin terlewatkan.
6. Forecasting
Forecasting merupakan aktivitas yang diperlukan oleh semua bisnis, karena memungkinkan kita untuk melakukan perkiraan terhadap permintaan. Sehingga, kita dapat melakukan estimasi terhadap persediaan, sehingga tidak kurang ataupun berlebih. Forecasting juga memungkinkan estimasi terhadap kebutuhan finansial.

7. Predictive Modeling

Selanjutnya, Predictive Modeling memungkinkan kita untuk melakukan prediksi jika terdapat suatu pemicu (event) tertentu. Misalnya, jika kita mau meluncurkan promosi tertentu, maka harus diperkirakan terlebih dahulu bagaimana respon masing-masing segmen pasar, sehingga Anda dapat menerapkan promosi yang paling sesuai dengan masing-masing target pasar.
8. Optimization
Optimization adalah usaha untuk pengambilan keputusan terbaik, dengan mengalokasikan sumber daya secara optimal sesuai dengan kebutuhan, sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Misalnya, Anda berusaha untuk mengalokasikan SDM, materi dan dana yang dialokasikan untuk proyek tertentu.
Langkah-langkah analisa tersebut sangat bermanfaat untuk melaksanakan manajemen risiko ataupun menyusun strategi. Hanya saja, dengan melakukannya tidak lantas menjamin suksesnya sebuah organisasi. Data-data yang ada harus terintegrasi dengan baik, dianalisa, kemudian dicarikan solusi yang tepat. Solusi atau implementasi dari pengambilan keputusan inilah yang kemudian menentukan kesuksesan dari organisasi.

Sumber: http://managementfile.com/journal.ph…riskmgt&awal=0

WEWENANG, KEKUASAAN DAN PENGARUH


Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Ada dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang, yaitu teori formal (atau sering disebut pandangan klasik )dan teori penerimaan.

Teori formal berpendapat bahwa wewenang ad karna seseorang di beri atau di limpahi atau diwarisi hal tersebut. Pandangan teori penerimaan bahwa wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu di terima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut di jalankan. Chester Barnard menyatakan: “ bila suatu komunikasi direktif diterima seseorang kepada siapa hal itu ditunjukan wewenang untuknya tercipta atau di tegaskan”.Barnard menyebut penerima wewenang dengan sebutan “ zone of indifference”, dan Herbert A . Simon menyebut dengan “ area of acceptance”.
Kekuasaan(power) sering di campur adukan dengan wewenang. Bila wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Kekuasaan posisi (position power) di dapat dari wewenang formal suatu organisasi. Kekuasaan pribadi (personal power) di dapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar pengikut dan di dasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi dan respeck pada seorang pemimpin.
Ada 6 sumber kekuasaan , empat pertama berhubungan dengan kekuasaan posisi dan dua lain nya kekuasaan pribadi, sebagai berikut:
  1. Kekuasaan balas jasa (reward power)
  2. Kekuasaan paksaan (coercive power)
  3. Kekuasaan sah (legimate power)
  4. Kekuasaan pengendalian informasi (control of information power)
  5. Kekuasaan panutan (refrent power)
  6. Kekuasaan ahli (expert power)
David McClelland mengemukakan ada “dua muka dari kekuasaan “, yaitu sisi negative dan sisi positif. Sisi negative mengandung arti bahwa memiliki kekuasaan berarti menguasai orang lain yang lebih lemah. Sisi positif ditandai dengan perhatian pada pencapaian tujuan kelompok.
Tanggung jawab dan akunbilitas. Tanggung jawab (responbility)
Adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang manager untuk mendelegasikan tugas atau funsi tertentu. Akunbilitas adalah factor di luar individu dan perasaan pribadinya.
Pengaruh (influence) adalh suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.
STRUKTUR LINI DAN STAF
Organisasi lini dan Staf, semua organisasi mempunyai sejumlah fungsi-fungsi dasar yang harus dilaksanakan. Staf merupakan individu atau kelompok dalam struktur organisasi yang fungsi utamanya memberikan saran dan pelayanan kepada fungsi lini. Beberapa alas an mengapa organisasi perlu membedakan antara kegiatan-kegiatan lini dan staf. Pertama, karena kegiatan-kegiatan lini mencerminkan pekerjaan pokok organisasi. Kedua, pengetatan yang harus di buat organisasi dalam waktu krisis sangat di tentukan oleh pilihan terhadap departemen lini atau staf.
Ada dua tipe staf yaitu staf pribadi dan staf spesialis. Staf pribadi di bentuk untuk memberikan saran, bantuan, dan jasa kepada seorang manager. Staf spesialis memberikan saran, konsultasi, bantuan dan melayani seluruh lini dan unsure organisasi.
WEWENANG LINI, STAF, DAN FUNGSIONAL
Wewenang lini adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Wewenang staf adalah hak yang dipunyai oleh satu-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi atau konsultasi kepada personalia lini. Wewenang staf fungsional adalah hubungan terkuat yang dapat di miliki staf dengan satuan-satuan lini.
Beberapa factor dapat menimbulkan berbagai konflik di antara departemen dan orang-orang lini dan staf, yaitu:
  1. Perbedaan umur dan pendidikan
  2. Perbedaan tugas
  3. Perbedaan sikap
  4. Perbedaan posisi
DELEGASI WEWENANG
Delegasi wewenang adalah proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor padanya. Efektifitas delegasi merupakan factor utama yang membedakan manajer sukses dan manajer tidak sukses.
Prinsip- prinsip klasik yang dapat dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif adalah:
  1. Prinsip scalar
  2. Prinsip kesatuan perintah
  3.  Tanggung jawab. Wewenang, dan akunbilitas
Delegasi adalah factor krisis bagi manajemen yang efektif, tetapi banyak manajer gagal untuk mendelegasikan atau mendelegasikan dengan lemah.
Louis Allen mengemukakan beberapa teknik khusus untuk membantu manajer melakukan delegasidengan efektif.
  1. Tetapkan tujuan
  2. Tegaskan tanggung jawab dan wewenang
  3. Berikan motivasi kepada bawahan
  4.  Meminta penyelesaian kerja
  5. Berikan latihan
  6. Adakan pengawasan yang memadai
SENTRALISASI VERSUS DESENTRALISASI
Sentralisasi adalah pemusatan kekuasaan dan wewenang pada tingkatan atas suatu organisasi. Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ketingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah.
Factor-faktor yang mempengaruhi Derajat Desentralisasi sebagai berikut:
  1. Filsafat manajemen
  2. Ukuran dan tingkatan pertumbuhan organisasi
  3. Strategi dan lingkungan organisasi
  4. Penyebaran Geografis organisasi
  5. Tersediannya peralatan pengawasan yang efektif
  6. kualitas manajer
  7. keanekaragaman produk dan jasa
  8. Karakteristik- karakteristik organisasi lainnya
Jadi, pendekatan paling logic yang dapat digunakan organisasi adalah mengamati segala kemungkinan yang terjadi (contingency approach).

Mangatasi Rasa Takut


Menurut para ahli psikologi, rasa takut adalah perasaan negatif yang timbul akibat teridentifikasinya sebuah stimulus (misalnya bahaya). Rasa takut ini seringkali diikuti dengan adanya perubahan fisiologis, kognitif, dan tingkah laku (Kleinknecht, 1986). J. Gerald Suarez dalam artikelnya Managing Fear in the Workplace mengakui bahwa rasa takut tidak bisa dihindari, tapi bisa dikelola sehingga tidak memberikan dampak yang destruktif bagi orang yang memiliki rasa takut tersebut,
Seperti yang selalu dikatakan oleh pak tantowi yahya “rasa gugup atau takut adalah naturals calls, sama halnya seperti rasa lapar, rasa haus maupun rasa ngantuk, tidak ada obat untuk natural calls. Seperti halnya natural calls yang lain, rasa gugup juga adalah sesuatu yang normal selama kita bisa me-manage¬ dengan baik, karena rasa gugup atau takut itu sebenarnya penting untuk modal mawas diri”
Rasa takut akan membuat kita tidak bisa beranjak kemana-mana, takut meyakinkan kita tidak akan pernah bisa menggapai mimpi, membuat kita berdiam. Rasa takut akan membelenggu kemampuan mengembangkan diri dan membatasi apa yang ingin kita coba, intinya rasa takut membuat kehidupan kita semakin sempit. Dan sebaliknya keberanian muncul bukan karena ketiadaan rasa takut, keberanian timbul karena adanya kemampuan mengelola rasa takut.
Hampir setiap orang merasakan hal yang sama ketika gugup atau takut, nafas dan detak jantung menjadi tidak teratur, pada saat itu anda harus bisa mengendalikan rasa gugup atau takut anda, karena hanya andalah yang mampu membantu diri anda sendiri, maka ketika rasa gugup atau takut itu dating, keluarkanlah. caranya dengan mengatur napas anda, karena itu ambillah nafas berkali-kali dengan tenang, maka gugup akan bisa kita kendalikan Selain itu anda juga bisa mengatasi rasa takut atau gugup dengan mengenali jenis-jenis rasa takut yang anda rasakan.
Berikut ini adalah beberapa langkah lain yang dapat dilakukan untuk menghilangkan rasa takut :
1. Berhubungan dengan orang
Semua rasa takut, bagaimanapun besar atau kecil akan buruk ketika kita menghadapinya sendiri. Cari teman baik untuk berbagi ketakutan dengannya.Kita cenderung bertahan mengakui rasa takut karena kita khawatir orang lain mengecilkan kita. Cari seseorang yang anda percaya dan bagilah apa yang menggagu anda. Mereka akan mampu membantu anda melihat apa yang anda takutkan dan mendorong mengambil langkah untuk menghadapinya.
2. Belajar teknik relaksasi
Takut dapat berakibat pada masalah kesehatan secara serius. Jika rasa takut sudah mulai berpengaruh pada kesehatan, pelajari beberapa teknik relaksasi yang dapat membantu anda siap menghadapi tantangan di depan.
3. Kembangkan kehidupan spiritual
Keyakinan pada Tuhan secara konsisten dalam setiap kesempatan adalah suatu yang baik. Ini akan memberikan kita selalu rasa aman dan nyaman dan yang lebih penting memberikan kita alasan untuk berharap.
4. Hadapi rasa takut tersebut
Langkah terakhir sebenarnya adalah menghadapi rasa takut itu sendiri, penting dicatat bahwa beberapa rasa takut itu sehat dan beberapa situasi harus dihindari bagi keamanan pribadi anda.Tidak ada penghargaan pahlawan menantang satuasi yang mengancam pribadi. Meskipun ancaman tersebut lebih ke mental dari pada fisik, sebenarnya melakukan sesuatu yang anda khawatir dapat menjadi penangkal terbaik
meskipun mengadapi takut adalah suatu proses.
Beberapa Langkah Membangun Rasa Percaya Diri
Kepercayaan diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri.
Tak dapat dipungkiri kita semua pasti pernah mengalami rasa tak percaya diri sesekali waktu. Adakalanya sulit membangkitkan kembali rasa percaya diri itu sewaktu kita sedang membutuhkan. Sebenarnya ada latihan sederhana yang dapat dipraktekkan untuk mendapatkan rasa percaya diri Anda agar kembali ke jalurnya secepat mungkin saat dibutuhkan. Berikut adalaha beberapa langkah membangun rasa percaya diri
1. Perhatikan Gesture Anda
Mungkin kedengarannya ini tak memiliki hubungan dengan rasa percaya diri yang kita bicarakan ini, tetapi sebenarnya bagaimana sikap duduk atau berdiri Anda, mengirimkan pesan tertentu pada orang-orang yang ada di sekekliling Anda. Jika pesan tersebut memancarkan rasa percaya diri, Anda akan mendapatkan tanggapan positif dari orang lain dan tentu saja ini akan memperbesar rasa percaya diri Anda sendiri. Jadi mulai perhatikan sikap duduk dan berdiri untuk menunjukan Anda memiliki rasa percaya diri.
2. Bergaul Dengan Orang Yang Memiliki Rasa Percaya Diri Dan Berpikiran Positif
Lingkungan membawa pengaruh besar pada seseorang. Jika Anda terus menerus berbaur dengan orang yang memiliki rasa rendah diri, pengeluh dan pesimis, seberapa besarpun percaya diri yang Anda miliki, perlahan tapi pasti akan pudar dan terseret mengikuti lingkungan Anda. Sebaliknya, jika Anda dikelilingi orang-orang yang penuh kebahagiaan dan percaya diri, makan akan tercipta pula atmosfir positif yang membawa keuntungan bagi diri Anda.
3. Ingat Kembali Saat Anda Merasa Percaya Diri
Percaya diri adalah sebuah perasaan, dan jika Anda pernah merasakannya sekali, tak mustahil untuk merasakannya lagi. Mengingat kembali pada saat dimana Anda merasa percaya diri dan terkontrol akan membuat Anda mengalami lagi perasaan itu dan membantu meletakan kerangka rasa percaya diri itu dalam pikiran.
4. Latihan
Kapanpun Anda ingin merasakan percaya diri kuncinya adalah latihan sesering mungkin. Bahkan Anda dapat membawanya dalam tidur. Dengan kemampuan yang terlatih, Anda tak akan kesulitan menampilkan rasa percaya diri kapanpun itu dibutuhkan.
5. Kenali Diri Sendiri
Pikirkan segala hal tentang apa yang Anda sukai berkenaan dengan diri sendiri dan segala yang Anda tahu dapat Anda lakukan dengan baik. Jika Anda kesulitan melakukan ini, ingat tentang pujian yang Anda peroleh dari orang-orang – Apa yang mereka katakan – Anda melakukannya dengan baik? Sebuah gagasan bagus untuk menuliskan semua ini, hingga Anda bisa melihatnya lagi untuk mengibarkan rasa percaya diri kapanpun Anda membutuhkan inspirasi.
6. Jangan Terlalu Keras Pada Diri Sendiri
Jangan terlalu mengkritik diri sendiri, jadilah sahabat terbaik bagi diri Anda. Namun, saat seorang teman sedang melalui masa sulit, Anda tak akan mau terlibat dalam masalahnya hingga menguras emosi Anda sendiri kan? Tentu saja Anda tak mau. Pebicaraan yang positif dapat berubah jadi senjata terbaik untuk menaikan rasa percaya diri, jadi pastikan Anda menanam kebiasaan ini, jangan biarkan permasalahan orang lain membuat Anda jadi terpuruk.
7. Jangan Takut Mengambil Resiko
Jika Anda seorang pengambil resiko, Anda pasti akan temukan kalau tindakan ini mampu membuahkan rasa percaya diri. Tak ada yang lebih bermanfaat dalam menumbuhkan rasa percaya diri layaknya mendorong diri sendiri keluar dari zona nyaman. Selain itu, tindakan ini juga berfungsi bagus untuk mengurangi rasa takut Anda akan hal-hal yang tak Anda ketahui, plus bisa dari pembangkit rasa percaya diri yang luar biasa.
Lebih dari segalanya, selalu ingatlah bahwa Anda memiliki bakat dan kemampuan. Pastikan Anda selalu melakukan yang terbaik untuk semua itu dan inilah yang akan jadi batu loncatan terbaik untuk membangun rasa percaya diri anda.

New Business Model, Bisnis yang Tidak Pernah Merugi?


Oleh : Muhaimin Iqbal*
Di dunia bisnis modern, sukses tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan produk, baik berupa barang atau jasa. Sukses bisnis bisa dilahirkan dari produk barang atau jasa yang ‘biasa-biasa’ saja, tetapi yang dibawakan secara luar biasa.
Di masa kecil saya sampai SMA misalnya, tidak terbayang minum air putih harus beli. Di kantin sekolah yang harus beli, kalau kita minum cendol, dawet, es sirup, dan sejenisnya. Tetapi sejak air putih dikemas dalam botol dan kemudian juga dalam gelas, maka air putih yang biasanya gratis ini kini menjadi barang dagangan yang laris manis, lebih laris dari kacang goreng.
Contoh lain business model yang dekat dengan kita adalah koin emas. Di pusat-pusat perdagangan emas di Jakarta, di Melawai, Cikini, dan lain sebagainya, Anda bisa jumpai banyak koin emas dari berbagi model di toko-toko. Kalau Anda tanya si engkoh yang jaga toko, apakah koin-koin emas tersebut laris dibeli orang ? Jawabannya pasti tidak.
Terkadang kolektor datang mencari koin tertentu, tetapi ini sangat jarang. Jadi tempatnya sudah berada di pusat perdagangan emas yang mudah dijangkau, produknya indah dengan kadar yang bagus, tetapi jarang dibeli orang.
Sebaliknya, kami tidak memajang barang dagangan kami berupa koin emas yang sama. Lokasi kami pun ‘ngumpet’ di Depok yang tidak mudah dijangkau oleh pasar utama kami –penduduk menengah atas Jakarta, tetapi koin emas kami laris dibeli orang. Mengapa? Karena koin emas yang sama ini kami bawakan secara berbeda. Koin emas kami istilah bisnisnya, memiliki Value Proposition yang fit dengan kebutuhan pasar kami.
Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan akan instrumen investasi alternatif, yang juga berperan sekaligus sebagai store of value yang sempurna, yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya selain bisnis sektor riil. Kita semua kenal ada instrumen investasi tabungan, deposito, reksadana, dlsb, yang semuanya berperan sebagai instrumen investasi tetapi tidak dapat berperan sebagai proteksi nilai –store of value– karena hasilnya akan tergerus inflasi.
Model bisnis yang tidak biasa, seperti mengemas air dalam botol atau gelas, memperkenalkan koin emas sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai, dlsb, awalnya kelihatan ‘konyol’. Tetapi setelah pasar bisa menerimanya, hasilnya insya Allah akan luar biasa. Dalam dunia saya yang dulu, saya banyak sekali mengenal ahli-ahli investasi yang mentertawakan ide Gerai Dinar saya.
Di benak mereka saya akan membuka toko emas, tetapi tidak di pusat perdagangan emas. Dagangannya cuma satu pula, koin emas yang diberi nama Dinar. Apa menariknya? Hal yang sama saya pikir juga terjadi ketika seorang pengusaha brillian mengungkapkan idenya akan mengemas air dalam botol dan menjualnya, apa menariknya?
Dua contoh business model tersebut di atas sudah luar biasa, namun keduanya masih bisa saja merugi. Sekarang maukah Anda saya bawa ke business model yang lebih luar biasa lagi? Business model yang tidak akan pernah merugi, yaitu berbisnis dengan Allah, business model amal saleh namanya.
Berbeda dengan bisnis duniawi yang hanya berjalan dua arah; si pengusaha dengan value proposition-nya mencari untung langsung dari pembeli barang atau jasanya; dalam bisnis model amal saleh ada pembeli lain yang Dia tidak memerlukan barang atau jasa yang kita tawarkan, tetapi Dia pula yang akan membayar dengan sangat mahal. Siapa pembeli ini? Dialah Allah yang Maha Pemurah.
Barang dagangan apa yang Dia tertarik membeli dengan harga yang luar biasa ini? Harta dan jiwa kita yang kita pergunakan untuk berjuang di jalanNya. Untuk dua barang dagangan ini, bahkan dalam Al-Quran, Allah benar-benar menggunakan istilah ‘membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka, dengan memberi mereka surga…’ (QS 9:111). Di tempat lain Allah menggunakan istilah perniagaan (atau bisnis), “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?” (QS 61:10).
Memang barang dagangan luar biasa yang ditawarkan Allah tersebut dalam konteks jihad, dalam arti perang di jalan Allah. Namun kalau jihad ini belum menjadi kesempatan kita, maka kini juga sangat banyak ‘pasar’ lain yang memerlukan inovasi kita untuk melayaninya; pasar ini mungkin tidak sedang memiliki daya beli untuk membeli barang dan jasa yang akan kita tawarkan; tetapi yang akan membeli tetap Dia yang Maha Kaya, yang Maha Benar janjiNya ?.
Melayani orang-orang miskin, menciptakan lapangan kerja untuk mereka, membantu saudara-saudara kita yang lagi terkena musibah, membela saudara-saudara kita yang lagi dizalimi, memperjuangkan keadilan dan kedaulatan ekonomi yang kini masih ‘terjajah’, dan masih banyak lagi pasar-pasar amal yang insya Allah pembelinya tidak pernah mengingkari janji.
Inilah model bisnis baru, yang di dunia Barat dicoba dilahirkan dengan istilah social business. Kita menyebutnya busnis amal saleh, bisnis yang tidak akan pernah merugi sebagaimana janji Allah berikut:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS 35 :29).
Jadi bila kita ingin bisnis yang tidak pernah merugi, jawabannya hanya satu, yaitu berbisnis dengan Allah. Mau? Insya Allah.

*Penulis adalah Direktur Gerai Dinar dan kolomnis www.hidayatullah.com

Bisnis berbasis komunitas


Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Dalam komunitas manusia, individu-individu di dalamnya dapat memiliki maksud, kepercayaan, sumber daya, preferensi, kebutuhan, risiko dan sejumlah kondisi lain yang serupa. Komunitas berasal dari bahasa Latin communitas yang berarti “kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “sama, publik, dibagi oleh semua atau banyak”.
Bisnis berbasis komunitas bukan hal yang mudah karena harus menciptakan komunitas dulu atau anda harus bergabung dengan sebuah komunitas yang berdekatan dengan produk dan jasa yang akan ada pasarkan, tapi sebenarnya tapi segmen komunitas sangat prosfektif karena didalamnya sudah ada unsur saling percaya dan sudah saling mengenal satu sama lain dan memiliki kesamaan persepsi ideologis, hobby dan emosi yang bisa menyatukan mereka secara pribadi dan secara sosial dalam lingkup yang semakin luas. Basic produck yang jelas dan berkembang karena mereka berkumpul berdasarkan satu keinginan dan hobbi yang sama. misalnya kita menjual ransel khusus naik gunung akan lebih jelas segmennya kalau kita masuk komunitas pencipta alam dibandingkan anda berjualan secara umum. Binis secara komunitas harus mempertahankan personal image secara positif karena bisa ditinggalkan kalau ada kesalahan dan mis komunikasi.
Mungkin dulu pernah ada kelompok Al-Arqom di Malaysia yang secara ekonomi sangat berhasil dalam setiap bisnisnya dan mereka berbisnis di komunitas jamaah besar yang terus merambah dalam berbagai basic product lainnya yang lebih luas cakupannya. atau mungkin bagaimana bisnis Darul Tauhid yang dipimpin Abdullah Gymnastiar yang berbasis komunitas jamaah pesantren dan komunitas Manajemen Qolbu (MQ)
Bisnis berbasis komunitas harus berprinsip: dari komunitas, untuk komunitas. Walaupun demikian, bisnis yang dijalankan perlu dibuat secara struktural. Perlu ada pembagian peran dan tanggungjawab secara jelas. Dari gambaran di atas terdapat sebuah pola hubungan yang berawal dari komunitas kemudian menjadi bisnis dan menjaring komunitas dalam mengembangkan bisnisnya. Dalam menjalankan usaha ini dibutuhkan komitmen dan mutualisme antar komunitas, sehingga terbina rasa kepercayaan sebagai modal dasar. 
Apabila dapat berkembang baik dalam rentang waktu yang panjang, biasanya keberadaan komunitas menjadi satu kekuatan yang mulai diperhitungkan oleh banyak pihak. Mulai sebagai pangsa pasar yang potensial, jejaring produksi, distribusi, maupun konsumen yang loyal.  dalam menjalani bisnis ini, satu etika yang perlu dipegang adalah tidak curang atau membiasakan menanam dan memegang kepercayaan. harus mengedepankan nilai-nilai yang terbuka, non-diskriminatif, dan inklusif. Binis secara komunitas harus mempertahankan personal image secara positif karena bisa ditinggalkan kalau ada kesalahan dan mis komunikasi antara pemilik produc atau jasa dengan konsumen komunitas.

Komunitas gatibaju.com
Konsep bisnis berbasis komunitas dapat kita binis marketing online fashion yang dilakukan  Gantibaju.com. Sekilas, situs tersebut tampak seperti distro atau tempat jualan t-shirt online. Memang, begitu adanya. Tetapi, distro online yang satu ini beda dari yang lainnya. Gantibaju.com adalah sebuah bisnis berbasis komunitas.
Gantibaju.com menjual kaos-kaos hasil rancangan para anggotanya, yakni anak-anak muda kreatif. Pemilihan desainnya ditentukan melalui kompetisi online yang digelar secara rutin. Para anggota komunitas bisa mengirimkan rancangan mereka, untuk dipilih oleh anggota-anggota lainnya. Dari setiap kompetisi, ada 10 desain kaos akan dipilih sesuai dengan jumlah suara terbanyak. Desain-desain itu lalu akan diaplikasikan dan diproduksi menjadi kaos. Kaos-kaos itu tentunya akan dijual melalui Gantibaju.com.
Jadi, bisa dibilang Gantibaju.com adalah komunitas sekaligus distro berbasis kontes. Konsep bisnisnya sangat menarik, bukan?”Konsep Gantibaju.com adalah dari komunitas, dipilih oleh komunitas, dan untuk komunitas,” kata Aria Rajasa, CEO Gantibaju.com. Bersama rekannya, Anang Pradipta, Aria menggagas komunitas ini. Rupanya, mereka berdua terinspirasi oleh konsep bisnis yang dianut oleh Threadless, sebuah toko kaos online berbasis komunitas yang berkembang di Amerika Serikat sejak tahun 2000.
Para anggota Threadless dipersilakan mengirim desain kaos buatan mereka secara online untuk ditampilkan di situs dan dipilih oleh anggota-anggota lainnya. Desain terfavorit akan diaplikasi ke dalam kaos, lalu dijual secara online melalui situs Threadless. Hadiah  berupa uang tunai akan diberikan kepada desainer yang kreasinya terpilih. Nah, konsep yang sama juga diterapkan oleh Gantibaju.com.
Selain menerapkan konsep bisnis yang berbeda, Gantibaju.com sengaja menonjolkan desain-desain yang khas Indonesia. Sesuai dengan tagline yang dipilih oleh komunitas ini, yakni “Proudly Present Indonesia”, anggota-anggota Gantibaju.com dituntut untuk mempromosikan keunikan Indonesia melalui desain kaos mereka. Satu lagi, jangan pernah berpikir untuk mencontek desain orang lain. “Kami sangat menjunjung tinggi hak cipta dan juga kami sangat percaya akan kemampuan desain anak bangsa, janganlah dirusak dengan kegiatan plagiarisme seperti ini,” demikian ditulis dalam situs Gantibaju.com.
Wardrobe
Wardrobe berbeda dengan Gantibaju.com. Komunitas yang satu ini menyasar target anggota distro-distro fashion. Komunitas ini dibentuk sebagai “terminal” distro, tempat berkumpulnya berbagai distro di Tanah Air. Ajang kumpul distro ini pun bertujuan untuk membantu anggota-anggotanya mempromosikan produk-produk mereka.
Menurut penggagas Wardrobe, Stefanus Wibawa Tutupoly, komunitas ini memfasilitasi kegiatan promosi bagi para anggotanya. Jadi, tak salah juga jika Wardrobe disebut sebagai sebuah event organizer. Salah satu kegiatan belum lama diadakan oleh komunitas ini adalah fashion show.
Fashion show perdana bertajuk “Wardrobe March of Dimes” itu dihelat di Balai Kartini Jakarta, pada 30 April – 2 Mei 2010 lalu. Acara ini sengaja diadakan untuk menampilkan produk-produk fashion lokal bagi anak muda, seperti pakaian dan aksesoris. Acara ini pun diramaikan dengan clothing exhibition, aksi sejumlah band indie dari dalam negeri, serta kompetisi foto. Anda punya distro dan ingin mempromosikannya? Kenapa tidak bergabung dengan Wardrobe?
Bisstel.
 Komunitas bila digarap serius mampu menciptakan peluang pasar dengan tingkat loyalitas tinggi. BissTel bisa menjadi contoh keberadaan komunitas yang digarap operator.
Setiap operator butuh strategi marketing mujarab untuk bisa terus eksis di tengah kerasnya kompetisi. Selain strategi terjun ke retail, para operator punya jurus lain seperti masuk ke pasar segmen korporat. Tapi belakangan pasar korporat pun sudah terasa jenuh. Hanya beberapa operator besar yang mampu menembus skala ekonomi di segmen ini. Namun dibalik itu, peluang menciptakan strategi baru masih terbuka lebar, salah satunya dengan memilih pasar komunitas.
Ontoh lain, Salah satu contoh produk berbasis komunitas adalah BissTel (Bismillah Telekomunikasi) yang hadir sejak 25 Agustus 2007. BissTel yang dimiliki oleh KH (Kyai Haji) Nadjib Sungkar B.A.M.S adalah produk komunitas selular pertama di Tanah Air. ”Niat kami mendirikan BissTel untuk membangun silaturahmi dan kerukunan antar anggota Keluarga Besar Bismillah dan seluruh bangsa Indonesia dari semua golongan yang tersebar dipelosok Tanah Air. Yang menjadi pemahaman kami, telekomunikasi adalah kunci silaturahmi antar umat,” ujar KH. Nadjib yang sekaligus pendiri dan Ketua Umum Keluarga Besar (KB) Bismillah.
Yang cukup menarik, meski BissTel berlabel komunitas Islam, menurut KH. Nadjib banyak pengguna BissTel yang berasal dari kelompok komunitas lain diluar Keluarga Bismillah, bahkan dari lintas golongan dan agama pun banyak yang memakai BissTel. Ulama asal Solo – Jawa Tengah ini menyebut anggota KB Bismillah antusias sekali dengan BissTel. ”Selain kualitas jaringan yang baik, umat juga merasa senang, sebab semua bisa berkomunikasi langsung kapan saja dengan saya,” ujar Pak Kyai. Ia pun mengaku siap menerima silaturahmi via ponsel 23 jam dalam sehari.
BissTel sendiri sebenarnya adalah produk PT. Smart Telecom. Namun dalam pemasaran memiliki desain bungkus kartu perdana dan voucher fisik berbeda. Sesuai logo KB Bismillah, kombinasi warna di paket kartu perdana sarat dengan warna hijau. Walau demikian, desain kartu RUIM dan jenis nomernya serupa dengan kartu Smart pada umumnya. ”Mengenai tarif juga tak ada perbedaan dari tarif reguler Smart, begitu pula voucher reguler Smart bisa di reload ke kartu BissTel. Kami juga menilai penting hadirnya layanan tambahan, di BissTel saat ini telah tersedia info SMS doa yang di bulan Ramadhan akan diberikan gratis,” ujar KH. Nadjib.
Mengapa memilih bermitra dengan PT Smart? KH. Nadjib menjelaskan antara KB Bismillah dan Grup Sinar Mas (holding PT. Smart) telah memiliki sejarah kerjasama panjang, dan menghasilkan produk BissQua dan BissOil. Grup Sinar Mas sendiri adalah bagian dari KB Bismillah. Saat ditanya seputar jumlah pengguna, KH Najib rupanya belum berkenan menjelaskan, ”Yang jelas pertumbuhan pengguna BissTel cukup pesat, setiap ada pembangunan a BTS baru, di wilayah itu BissTel selalu habis terjual. Target kami, Insya Allah, sampai akhir tahun ini adalah 1 juta pelanggan,” kata Pak Kyai yang fasih berlogat Jawa. ”Operator baru memang cenderung lebih leluasa untuk menciptakan inovasi marketing yang unik, salah satunya berkat ketersediaan kapasitas jaringan yang besar,” kataYofa Pratama, Special Project Account Manager PT. Smart Telecom.
Keyakinan KH. Nadjib bisa jadi bukan tanpa alasan. KB Bismillah mengaku memiliki 8.557.000 umat yang tersebar di seluruh Tanah Air. Jaringan Keluarga Besar ini mencakup 142 pondok pesantren, 378 masjid dan 181 madrasah. Untuk saat ini konsentrasi pengguna BissTel sebagian besar berada di wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Berikutnya akan merambah ke Sumatera dan Kalimantan.
Meski menjalankan bisnis retail, BissTel tak melupakan sisi amal, yakni setiap penjualan produk BissTel sudah ada zakatnya 2,5 persen yang akan dibagikan ke kaum dhuafa dan anak yatim-piatu. Sistem penjualan produk BissTel juga mengadopsi sistem penjualan berbasis syariah. Selain mengandalkan pola distrubisi di gerai-gerai Smart, BissTel juga memiliki beberapa kantor cabang yang ada di beberapa kota besar. Soal konten, walau BissTel masih sederhana, BissTel telah menyiapkan layanan mobile commerce dan fungsi akademis ke depan.

Sumber :

Suksesnya bisnis Yahudi


Mengapa begitu banyak orang Yahudi yang sukses dalam bisnis? Keberhasilan bisnis mereka melahirkan kekuatan ekonomi yang menopang kekuatan lobi di Amerika Serikat. Akibatnya, pebisnis Yahudi merambah ke seluruh dunia. Seolah tidak ada bagian di dunia yang belum dirambah oleh bisnis Yahudi
Ada banyak teori mengapa Yahudi dapat sukses : faktor keturunan, faktor budaya, dan faktor social. Bahkan ada yang meyakini kaum Yahudi ditakdirkan sebagai kaum yang unggul. Tapi Rabi Levi Brackman dan Sam Jaffe tidak mempercayai semua itu. Mereka justru menemukan kebajikan-kebajikan yang diturunkan dari kitab-kitab suci telah menjadi jiwa keberhasilan mereka.


Tak dapat dipungkiri lagi bahwa kaum Yahudi kini telah menguasai berbagai lini dalam segala sektor terpenting di dunia. Apalagi kebijakan-kebijakan strategis negara adikuasa (AS) tidak lepas dari lobi-lobi Yahudi. Serasa sebuah kelompok yang amat kecil ini telah berhasil dalam menguasai dunia. Tidaklah berlebihan kemudian ketika ada ungkapan bahwa Yahudi saat ini telah memiliki negara baru yakni “negara dunia”.
Padahal di seluruh dunia jumlah Yahudi tidak lebih dari 15 juta-an orang saja. Tersebar sekitar 7 juta-an di Amerika, 5 juta di Asia, 2 juta di Eropa dan 100.000 di Afrika. Namun dalam prestasi dunia semisal hadiah nobel dalam bidang fisika, kimia dan kedokteran saja tercatat 12 persen jatuh ke tangan Yahudi. Tidak sekedar itu saja, konsep bank sentral, uang kertas, kapitalisme, komunisme dan memperdangangkan kembali barang-barang bekas adalah ide Yahudi untuk menciptakan kekuatan ekonomi yang menggurita.
Jika melihat asal-usul Yahudi maka tidak terlepaskan dari seorang yang bernama Ibrahim. Sosok yang dipandang sebagai nenek moyang tiga agama samawi (Yahudi, Kristen dan Islam). Nabi yang tampil dalam pertas sejarah sekitar 3.700 tahun yang lalu. Konon, Yahudi adalah bangsa pilihan Tuhan. Bangsa yang –mereka anggap– tidak lagi terikat oleh undang-undang bangsa lain. Dengan kecenderungan mengambil ayat-ayat kitab suci yang agresif, bangsa Yahudi membenarkan tindakannya untuk memusnahkan bangsa lain di dunia ini.
Kemudian muncullah apa yang disebut sebagai fenomena “ras super” dalam sejarah umat manusia. Salah satunya ialah ras kaum Yahudi. Alkitab juga menyebutkan bahwa bangsa Israel dalam sejarahnya merasa menjadi ras pilihan tuhan. Hal ini sebenarnya adalah wujud rendah diri mereka karena pernah menjadi budak bangsa Mesir selama bertahun-tahun. Sebagai wujud kompensasinya, nabi Musa mengangkat harga diri bangsa Israel dengan mengatakan bahwa mereka adalah umat pilihan Tuhan.
Sepanjang sejarahnya, Yahudi adalah kaum yang memang lekat dengan berbagai sifat buruk kemanusiaannya. Mereka tamak, sombong, dengki, dendam, pengecut, bengis dan licik. Dalam setiap zama mereka selalu menjadi benalu dalam peradaban karena sikap licik ketika lemah dan kejam saat berkuasa. Mereka selalu bermimpi untuk menjadi pengendali tunggul peradaban dan berbagai kepentingan duniawi. Hanya boleh ada satu dominasi yakni kepentingan Yahudi (E Pluralis Unum).
Yahudi selalu menindas yang lemah dan memperalat yang kuat. Sebelum AS berjaya, Yahudi terlebih dahulu telah berhasil memanfaatkan Inggris dan Prancis demi meraih cita-citanya. Meski untuk itu Yahudi mengawali dengan rencana yang tak murah dan pasti selalu menuntut tumbang ribuan atau bahkan jutaan nyawa, menyeret Inggris dalam perang saudara, serta memicu meletusnya Revolusi Prancis.
Selain di AS yang telah menjadi korbannya, kini kaum Yahudi telah memiliki rumah sendiri dengan mengusir kaum Muslim yang telah menetap di Palestina sejak waktu yang lama. Ratusan ribu Muslim Arab pun kemudian hidup di bawah kelayakan hidup manusia dalam tenda-tenda pengungsian di negara-negara Arab tetangganya, yaitu Yordania, Syiria, Libanon dan Irak. Kaum Yahudi tidak cukup puas dengan kesewenang-wenangannya dan tidak merahasiakan lagi rencana-rencana perluasan negaranya. Dengan mencoba mencaplok wilayah negara-negara tetangga.
Buku dengan judul “Rahasia Kecerdasan Yahudi” ini sungguh luar biasa. Perkembangan Yahudi dipotret oleh penulisnya dengan mencoba diteropong dari sisi-sisi yang lain. Sisi dimana bangsa Yahudi telah menjadi penguasa raksasa di dunia. Terlepas mereka meraihnya dengan licik, picik atau apapun alasannya yang jelas seluruh penduduk di muka bumi yang berjumlah sekitar tujuh milyar berlekuk lutut di kaki kaum Yahudi yang jumlahnya amat kecil. Setidaknya, dalam buku ini sedikit terbongkar jejak-jejak “kecerdasan” Yahudi.
Dalam balutan uraian sejarah yang cukup dramatis inilah, penulis dengan bahasa yang ringan dan singkat namun cukup padat telah membuka lebar pengamatan akan kaum Yahudi. Buku yang seharusnya mendapat apresiatif lebih. Bukan untuk menuduh yang tidak-tidak terhadap ras yang ada tapi tersirat penulis mengajak pembaca untuk tetap optimis. Dengan mengaca pada kunci kesuksesan akan “kejayaan” kaum Yahudi saat ini, pembaca diajak untuk melihat jauh ke depan keberlanjutan tantangan dalam tatanan masyarakat dunia esok.
pengarang “Thou Shall Prosper”)

Seberapa sukses orang etnis Yahudi dalam dunia bisnis? Statistik menyatakan 10 persen dari daftar orang terkaya versi Forbes dan CEO 500 perusahaan terbesar versi Fortune adalah orang beretnis Yahudi yang jumlahnya hanya 0,2 persen dari populasi dunia.
Ada pandangan kesuksesan itu hasil konspirasi internasional atau genetika, namun Brackman dan Jaffe berpendapat akar sukses itu ada pada kitab Taurat dan tafsirnya, Midrash. Tradisi mengajarkan isi kitab tersebut sudah mendarah daging bahkan bagi orang Yahudi yang tak taat beragama sehingga terbawa juga dalam strategi berbisnis.
Buku ini tak berisi pembedahan terhadap strategi bisnis pengusaha Yahudi dalam kancah bisnis dunia. Brackman yang pakar Yudaisme dan sering memberikan pelatihan bisnis ini berusaha membedah kaidah-kaidah dan tafsir taurat yang bisa diterapkan dalam dunia bisnis.
Ia juga memberikan contoh-contoh kasus mulai dari Sheryl Sandberg yang menggawangi bisnis iklan Google hingga prototipe bisnis keuangan mikro Muhammad Yunus. Bisa dibilang isi buku tak jauh beda dengan panduan bisnis lainya, namun tema Yahudi yang tak banyak digarap ini menjadikannya tak biasa.
Referensi :

Rahasia Kecerdasan Yahudi, Aria Maheswara, Pinus Book Publisher – Yogyakarta, Cetakan I : Agustus – 2007, Tebal : xiii + 164 halaman 
Sukses Bisnis Cara Yahudi, Rabi Levi Brackman & Sam Jaffe, Penerbit PPM, 2008, Tebal: xvi + 197 halaman

Pengantar organisasi dan manajemen perusahaan

  • 1. ORGANISASI danMANAJEMEN PERUSAHAAN INDUSTRI
  • 2. Download slide di http://rumah-belajar.org 2
  • 3. MATERI PENGANTAR Konsep Dasar Manajemen: Persoalan Dasar Manajemen, Kinerja Manajemen, Pendekatan Manajemen, Tingkat Manajemen, Keterampilan Manajer, Tugas dan Fungsi Manajer, Peran Manajer, Atribut Manajemen Fungsi-fungsi Manajemen: Planning, Organizing, Actuacting, Controling Evolusi Teori Manajemen: Teori Klasik, Teori Neo-Klasik, Teori Modern 3
  • 4. PENGANTARPersoalan Dasar Manajemen: Ketidakpastian: informasi yang tidak lengkap mengenai masa depan Keterbatasan: keterbatasan sumber dayaKinerja Manajemen (Drucker): Eficiency: hubungan input-output  menghasilkan dengan sumber-sumber yang ekonomis (doing things right) Efectiveness: kemampuan untuk menentukan tujuan serta kemampuan untuk mencapainya (doing the right things) 4
  • 5. PENGANTARLevel Management: First line manager (foremen, supervisor) : memerintahkan para pelaksana Middle manager : memerintah first line manager, menjabarkan strategi & kebijaksanaan perusahaan dalam kegiatan operasional Top manager : bertanggung jawab atas seluruh manajemen perusahaan, merumuskan strategi & policy perusahaan 6
  • 6. KETERAMPILAN MANAJER (KATZ, 1955 & MANN, 1965) Keterampilan Konseptual (Conceptual skill) : analitik, berpikir logis, membuat konsep, hubungan kompleks, ambiguous, pemecahan masalah, analisa/antisipasi perubahan Keterampilan Interpersonal (Human skill) : perilaku manusia, proses interpersonal, memahami perasaan, sikap, motif orang lain, berkomunikasi, membuat hubungan kooperatif Keterampilan Teknis (Technical skill) : metoda, proses, prosedur, menggunakan alat, mengoperasikan peralatan 7
  • 7. KETERAMPILAN MANAJER (KATZ, 1955 & MANN, 1965) CONCEPTUALTOP SKILLMANAGERMIDDLE HUMAN SKILLMANAGERSUPERVISOR TECHNICAL SKILL 8
  • 8. TUGAS DAN FUNGSI MANAJERMemahami misi, visi perusahaan (arah dan ruang gerak bisnis)Mengantisipasi keadaan dan persoalan masa depanMenentukan tujuanMenentukan alternatif tindakanMemastikan ketersediaan sumber dayaMengendalikan penggunaan sumber dayaSiap menghadapi kontingensi (ketidakpastian) 9
  • 9. PERAN MANAJER (MINTZBERG) Peran Interpersonal: meningkatkan efektivitas kelompok Figure head: memiliki peran untuk tampil pada acara formal atau melaksanakan tugas sosial Leader: bertanggung jawab untuk memotivasi dan mengarahkan bawahan Liasion: menjaga hubungan dengan pihak yang terkait dan menyediakan informasi 10
  • 10. PERAN MANAJER (MINTZBERG)Peran Informasional: menerima dan mengkomunikasikaninformasi Desiminator: menyalurkan informasi kepada yang membutuhkan (informasi yang dikirimkan dapat saja telah ditafsirkan oleh manajer ybs.) Monitor: mencari dan menerima informasi Spoke person: menyampaikan tentang kebijakan strategi serta rencana perusahaan 11
  • 11. PERAN MANAJER (MINTZBERG)Peran Pengambilan Keputusan: menentukan pilihan &mengambil tindakan Entrepreneurs: mencari peluang bisnis untuk memulai proyek baru atau proyek perbaikan untuk perubahan Disturbance Handler: mengambil tindakan koreksi bila terjadi penyimpangan Resources Allocator : menentukan alokasi sumber daya, menyusun jadwal dan anggaran, menentukan prioritas Negosiator: melakukan proses negosiasi (kontrak, penjualan, pembelian, anggaran) 12
  • 12. PERAN MANAJER MODERN ULRICH, 1997 A Multiple-Role Model for Human Resources Management Manager as Business partner includes: Strategic partner Administrative expert Employee champion Change Agent Two Dimensional: People - process Operational - strategic 13
  • 13. PERAN MANAJER MODERN ULRICH, 1997 Strategic Partner: Activity: Aligning HR & business strategy: “Organizational diagnosis” Outcome: Executing strategy (interaksi yang konsisten antara individu dengan perencanaan strategi) Role: Management of Strategic Human Resources Administrative Expert: Activity: Reengineering Organization Process: “Shared services” Outcome: Building an efficient infrastructure (“re-engineering” proses kerja dan “managing” infrastruktur) Role: Management of Firm Infrastructure 14
  • 14. PERAN MANAJER MODERN ULRICH, 1997 Employee Champion: Activity: Listening & responding to employees: “Providing resources to employees” Outcome: Increasing employee commitment & capability Role: Management of Employee Contribution Change Agent: Activity: Managing transformation and change: Ensuring capacity for change Outcome: Creating a renewed organization (pengembangan “trust”, pemecahan masalah dan perencanaan program pelaksanaan) Role: Management of Transformation and Change 15
  • 15. PERAN MANAJER MODERN ULRICH, 1997 16
  • 16. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMENPenetapan Tujuan: Proses paling awal, tujuan: spesifik,menantang, realistik (bisa dicapai), terukur, berbatas waktu  Perencanaan: Pemilihan informasi dan asumsi tentang keadaan di masa datang untuk merumuskan kegiatan dalam mencapai tujuan  Pengorganisasian: Koordinasi sumber daya: rentang kendali, hierarkhi, kesatuan komando  Pengarahan: Mobilisasi sumber daya dalam satu kesatuan sesuai arah yang ditetapkan dalam tujuan  Pengendalian: Memeriksa bahwa organisasi bergerak sesuai arah yang telah ditetapkan: pengukuran kinerja, pembandingan dengan standar, tindakan perbaikan 20
  • 17. FUNGSI-FUNGSI MANAJEMENINPUT OUTPUT PROSES 21
  • 18. Bagaimana Rasanya Menjadi Manajer ? Jane adalah seorang General Manager pada sebuah hotel berbintang 5.  07.30 : Jane tiba di ruang kerja & mulai menyusun jadwal kerja hariannya  07.37 : Seorang Manajer Pemasaran, Morgan, berhenti di ruangan Jane untuk mendiskusikan tindak lanjut acara makan malam dengan perwakilan Travel Agent yang akan menjadi rekan bisnisnya. Mereka meninjau analisis biaya-manfaat dari proposal perancangan Sistem Booking online & penawaran paket wisata.  07.45 : Sekretaris Jane, Patrice, memberi isyarat pada Jane untuk mengangkat telepon dari bagian Operasional : “Jane, ada kerusakan pipa air di Grand Ballroom, sebuah pipa patah & menyebabkan kerugian sebesar Rp 50 juta. Segala sesuatu akan kembali pulih dalam waktu 3 hari, saya pikir Anda harus tahu.” 22
  • 19. Bagaimana Rasanya Menjadi Manajer ? 08.00 : Patrice membawa masuk surat-surat. Dia juga meminta instruksi untuk mengetik laporan yang diberikan Jane kemarin. 08.14 : Jane mendapat telepon dari Manajer Akuntansi untuk membalas teleponnya pada hari sebelumnya. Mereka mendiskusikan persiapan laporan keuangan yang akan dipresentasikan ke jajaran Direksi. 08.25 : Mrs. Nancy, seorang pelanggan hotel diantar masuk. Dia mengeluh bahwa salah seorang staf penjualan telah salah memperlakukan karyawannya & sesuatu harus dilakukan. Jane harus menyusun kembali jadwalnya & menyelidiki keluhannya. 09.00 : Jane kembali pada surat-surat. Sebuah surat datang dari seorang pelanggan yang marah. Jane mendiktekan sebuah balasan yang membantu & menenangkan. 23
  • 20. Bagaimana Rasanya Menjadi Manajer ?  09.15 : Jane menerima telepon dari Larry, Manajer Personalia, melaporkan bahwa tingkat turnover karyawan semakin tinggi karena reward yang diberikan kepada karyawan kurang bersaing dengan hotel-hotel lainnya.  ... Peran apa saja yang dilakukan Jane? Fungsi apa saja yang dilakukan Jane? 24
  • 21. Rewards and Challenges of Being A ManagerCopyright © 2005 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 25
  • 22. EVOLUSI SISTEM MANAJEMEN 1. Management by control (of performance) Change is slow System and procedure manuals Financial control 2. Management by exploration Change are accelerated, but the future could be predicted Operations budgeting Capital budgeting Long range planning 3. Management by anticipation Discontinuities of changes While rapid, changes are slow enough to permit timely anticipation and response Periodic strategic planning Strategic posture management 4. Management by flexible/rapid respond Changes develop too rapidly to permit timely anticipation Strategic issue management 26
  • 23. EVOLUTION OF MANAGEMENT THEORY Classical Management Theory Classical Assumption: People are part of or exist due to machine/equipment. People are economic rational Neo-Classical Management Theory Modern Assumption: People are psycho-social Modern Management Theory Assumption: People are part of a group. Post- Organization is an open system Modern 27
  • 24. TEORI MANAJEMEN KLASIK Classical Industrial Revolution (UK) Management Theory Taylor - Scientific Management Division of work, timeAssumption: People are part of or exist due to machine/ study, One Best Method equipment. People are economic rational Fayol – Administrative theory Weber – Theory of Bureaucracy 28
  • 25. TEORI MANAJEMEN KLASIK Revolusi Industri (1780 - Inggris): permasalahaan pada industri Permasalahan: Subsitusi tenaga manusia oleh mesin  kapasitas pabrik Perluasan Persoalan pasar  Perluasan daerah jajahan Pertumbuhan perusahaan dan akumulasi sumber daya Kurang manajer dan tenaga trampil Organisasi dan Manajemen  Kompleks Teori manajemen klasik: Organisasi Mekanistik Karakteristik: Sentralisasi tinggi, Spesialisasi tugas, Disiplin, Aturan, Supervisi ketat 29
  • 26. TEORI MANAJEMEN KLASIKPemikiran awal: Charles Babbage (Profesor Matematik -Inggris)Prinsip ilmiah: Pembagian tugas: setiap pekerjaan harus dipecah sehingga keterampilan yang terlibat dapat dipisahkan Spesialisasi pekerjaan: efisiensi penggunaan tenaga kerja Lintas assembli modern: karyawan bertanggung jawab atas tugas repetitif yang berbeda dan spesialistis 30
  • 27. LATAR BELAKANG PENEMUANPidato presiden Roosevelt Penelitian di Scientific “Efisiensi Negara” Bethlehem Steel Manajemen Peningkatan Produktivitas Peningkatan Penurunan jumlah Penurunan Biaya Penurunan Harga Peningkatan jumlahpendapatan pekerja pekerja Produksi Produk permintaan Revisi target produksi Perencanaan dan pengendalian Peningkatan skill pekerja Penambahan jumlah Penetapan sistem insentif Evaluasi Metode Kerja lama pekerja Proses Beban Waktu Pelatihan dan Seleksi dalam Rekruitment Kerja kerja Kerja pengembangan
  • 28. 4 prinsip Scientific Management Taylor1. Mengganti metode kerja praktis dengan metode kerja yang dirancang dan dikembangkan berdasarkan hasil studi dan analisis secara ilmiah  standar kerja yang lebih baik2. Secara ilmiah memilih, melatih, dan mengembangkan potensi setiap pekerja  menempatkan pekerja pada pekerjaan yang tepat3. Membangun komunikasi dan kerja sama antar para pekerja (adanya kebersamaan)  evaluasi pelaksanaan standar kerja4. Pembagian tugas yang jelas antara manajer dan pekerja  perencanaan dan pengendalian dapat dilakukan dengan maksimal
  • 29. TEORI MANAJEMEN KLASIKAdministrative Management Theory: FAYOL (Industrialis Perancis,1916) Administration Industrielle Generale: 5 elemen administrasi: Planning, Organization, Command, Coordination, ControlPrinsip Manajemen:1. Pembagian tugas: spesialisasi tugas2. Kekuasaan dan tanggung jawab: Kekuasaan: hak memberikan perintah dan kekuatan untuk menjamin kepatuhan Kekuasaan harus diimbangi dengan tanggung jawab3. Disiplin: supaya aktivitas bisnis berjalan lancar 35
  • 30. TEORI MANAJEMEN KLASIKPrinsip Manajemen:4. Kesatuan perintah: perintah dari seorang atasan5. Kesatuan pengarahan : aktivitas-aktivitas serupadikelompokkan di bawah seorang pemimpin6. Subordinasi kepentingan pribadi: kepentingan pribadidibawah kepentingan organisasi7. Remunerasi: gaji harus adil dan memberikan kepuasankepada karyawan dan perusahaan8. Sentralisasi: pengambilan keputusan, wewenang9. Rantai skalar: rantai kekuasaan dari kekuasaan tertinggisampai terendah10. Keteraturan: posisi orang harus diatur (a place for everyoneand everyone in his place)11. Keadilan: gaji, status, fasilitas 36
  • 31. TEORI MANAJEMEN KLASIKPrinsip Manajemen:12. Stabilitas: karyawan perlu menyesuaikan diri pada tugas &lingkungannya13. Insitiatif : karyawan bebas mengeluarkan pendapat14. Esprit de corps: spirit teamwork, pemeliharaan hubunganpersonilKarakteristik Organisasi: Struktur piramida, Implementasi rantai skalar Pembatasan rentang kendali Pendelegasian kekuasaan 37
  • 32. TEORI MANAJEMEN KLASIKModel Birokratis: Weber (sosiologi modern, akhir abad ke 19)Gagasan: Organisasi Birokratis  Read tape and inefficiency Kekuasaan resmi dan legal Posisi seseorang diorganisasikan menurut hirarkhi kekuasaan Organisasi diatur dan dioperasikan berdasarkan peraturan Penugasan didasarkan pada kompetensi teknis Kompensasi dalam bentuk gaji tetap 38
  • 33. Weber’s Ideal BureaucracyCopyright © 2005 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 39
  • 34. NEO-CLASSICAL MANAGEMENT THEORY Neo-Classical Mayo - Hawthorne Experiment (1924) Management Human relation Theory Behavioral approach: Maslow – HierarchicalAssumption: People are needs psycho-social Mc Gregor – Theory X&Y of human Herzberg – Two factor theory Leadership Theory: Likert, Lewin, Hersey & Blanchard’s, Managerial Grid 42
  • 35. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIKMenyempurnakan pendekatan klasik dalam hal perhatianterhadap manusiaTujuan organisasi tidak saja meliputi efesiensi-ekonomis,tetapi mencakup mencakup pula kepuasan manusiaAsumsi: Teori manajemen ilmiah (karyawan adalah mahlukrasional – ekonomis) 43
  • 36. Relay Assembly Test Experiments 1927-1929 Western Electric wanted more information Harvard researchers brought in to analyze the results – Elton Mayo & Fritz Roethlisberger Group of 6 Women – (5) Assemblers and (1) Layout Operator One Observer – Explained every incremental change and recorded results Manipulated factors of production to measure effect on output:  Pay Incentives  Length of Work Day & Work Week  Use of Rest Periods  Company Sponsored Meals Management Visits / Special Attention Result – Most changes resulted in higher output and reported greater employee satisfaction Conclusions:  Experiments yielded positive effects even with negative influences – workers’ output will increase as a response to attention  Strong social bonds were created within the test group. Workers are influenced by need for recognition, security and sense of belonging
  • 37. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIK Kecenderungan Kearah Hubungan Antar Manusia: Elton MAYO (Eksperimen Hawthorne,1924) Studi: hubungan antar tingkat pencahayaan (iluminasi) ruangan kerja dengan produktivitas (efisiensi) kerja karyawan Efek Hawthorne: pengaruh kinerja karyawan dengan situasi kerja Barnard: Peran individu pada lingkungan kerja Keinginan individu untuk berkontribusi  Compliance (pekerja mengorbankan kepentingan pribadi) dengan diberikan insentif (finansial dan non finansial) Zone of diffirrence: daerah dimana perintah akan ditaati Struktur organisasi: sistem komunikasi dan struktur pengambilan keputusan 45
  • 38. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIKPendekatan Behavioral: Mc. GREGOR: Teori Pandangan terhadap Manusia (teori X dan teori Y) MASLOW: Hierarkhi Kebutuhan (Physical need, Safety need, Social need, Esteem need dan Self actualization need) HERZBERG: Teori dua faktor (Hygiene factor dan Motivator) Rensis LIKERT: Sistem 4 46
  • 39. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIK Theory of human types (McGregor) 47
  • 40. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIK Hierarchy of human needs (Maslow) Challenging job, creative task Self demands, achievement in work actualization High status job title, responsibility, Esteem important job Social Compatible work group, friendships at work Safety Safe working condition, Job security Physical Basic salary, working condition Level of human needs Human needs in workplace 48
  • 41. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIK Two factors “motivator” theory (Herzberg) Feel satisfy Feel not satisfy No dissatisfaction DissatisfactionWork satisfaction factors: Work dissatisfaction factors :• Achievement recognition •Company policy•Responsibility •Method of evaluation & control•Involvement, opportunity to •Working condition, safety feelingimprove •Human relation (vertical,•Challenge horizontal)•Growth, development •Wage, position Motivator (Satisfier): Hygiene factor (dissatisfier): Factors related to job content Factors related to job context 49
  • 42. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIK Two factor “motivator” theory (Herzberg) Motivator Theory and Maslow’s hierarchical needs Motivator factors Self actualization Esteem need need Social need Safety need Physical Hygiene need factors 50
  • 43. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIKRensis LIKERT: Sistem 4Sistem 1: Exploritave Authoritative Pemimpin menentukan dan memerintahkan semua hal Standard, metode dan hasil kerja ditentukan pimpinan Kegagalan mencapai tujuan yang ditetapkan oleh pimpinan, diancam dengan hukumanSistem 2: Benevolent Authoritative Pimpinan masih tetap sumber keputusan dan perintah, tetapi bawahan diperbolehkan memberikan komentar Bawahan memperoleh sejumlah kebebasan untuk menyelesaikan tugas dalam batas-batas (limitasi) yang telah ditentukan 51
  • 44. TEORI MANAJEMEN NEO-KLASIKRensis LIKERT: Sistem 4Sistem 3: Consultative Pimpinan mengambil keputusan dan mengeluarkan perintah setelah didiskusikannya dengan bawahan Pimpinan dapat memutuskan bagaimana melaksanakan tugas merekaSistem 4: Participative Tujuan dan keputusan-keputusan yang berkaitan dengan tugas ditentukan secara bersama-sama dalam kelompok 52
  • 45. INTRODUCTIONMODERN MANAGEMENT THEORY Modern Management Quantitative approach Theory System approach Assumption: People are part of a group. Organization is an open system 53
  • 46. TEORI MANAJEMEN MODERN Pendekatan Kuantitatif: Metoda OR: merubah persoalan manajemen menjadi metode kuantitatif Tujuan: Mencari jawaban bagaimana sumber daya yang terbatas seharusnya dialokasikan untuk mencapai tujuan manajemen Menunjukkan alternatif optimum Instrumen OR: Model (representasi dari suatu keadaan, objek atau sistem, baik yang sudah ada ataupun yang masih berbentuk gagasan) Fungsi model: Mempelajari perilaku sistem untuk memperbaiki hasil kerjanya Mencari struktur sistem yang ideal 54
  • 47. TEORI MANAJEMEN MODERN Pendekatan Kuantitatif: Jenis Model: Model Kompleks: Representasi sistem yang akurat Pemecahan sukar diperoleh Model Sederhana: Representasi sistem yang kurang akurat Pemecahan mudah diperoleh Langkah-langkah pendekatan manajemen science : 1. perumusan masalah dengan jelas dan terperinci 2. penyusunan model matematika dalam pengambilan keputusan 3. penyelesaian model 4. pengujian model atas hasil penggunaan model 5. penetapan pengawasan atas hasil 6. pelaksanaan hasil dalam kegiatan implementasi 55
  • 48. TEORI MANAJEMEN MODERN Pendekatan Kuantitatif:  Contoh-contoh penerapan :  Penjadwalan penerbangan pesawat dan krunya.  Keputusan memilih lokasi yang tepat untuk menempatkan fasilitas baru seperti gudang atau pabrik.  Mengatur aliran air pada waduk.  Mengidentifikasi pengembangan jalur di masa depan pada industri telekomunikasi.  Menentukan kebutuhan informasi dan system yang tepat untuk menyediakan pelayanan kesehatan.  Mengidentifikasi dan memahami strategi-strategi yang diambil oleh perusahaan untuk sistem informasinya. 56
  • 49. TEORI MANAJEMEN MODERN KATZ & MANN: Organisasi: Sistem terbuka yang menyesuaikan diri terhadap lingkungan 5 Sub-sistem Organisasi: Produksi: fabrikasi dan distribusi Pemeliharaan: stabilitas dan prediktabilitas Batasan: transaksi dengan lingkungan (marketing, advertising) Adaptatif: rencana Manajerial: koordinasi (sub sistem lain dan sumber eksternal), resolusi konflik 57
  • 50. TEORI MANAJEMEN MODERN Pendekatan Sistem: Sistem: kesatuan, bukan jumlah dari bagian-bagiannya, sehingga membentuk totalitas dengan karakteristik tertentu Karkteristik sistem tergantung pada kualitas dan keterkaitan di antara bagian-bagiannya. Fungsi sistem dapat menunjukkan karakteristik sistem Kemampuan pendukung: Kemampuan: Basic knowledge of facts, Basic knowledge of principles, Ablility to analyze, Ability to evaluate Kualitas: Kreativitas, Imajinasi, Sense of reality, Kualitas Helicopter 58
  • 51. The Organization as an Open SystemCopyright © 2005 Prentice Hall, Inc. All rights reserved. 59
  • 52. MANAJEMEN STRATEGISManajemen strategis adalah:Suatu seni dan ilmu dari pembuatan (formulating), penerapan (implementing),dan evaluasi (evaluating) keputusan-keputusan strategis antar fungsi-fungsi yang memungkinkan sebuah organisasi mencapai tujuan- tujuan masa datang.
  • 53. Tahapan Manajemen Strategik Audit Eksternal Buat MembangunMem- Membangun Policy Menilai Evaluasi &bangun Objektif & Alokasi Jangka & Evaluasi Visi Memilih Kebijakan SD Panjang Kinerja strategi tahunan Audit Internal Formulasi Strategi Implementasi Evaluasi
  • 54. Download slide di http://rumah-belajar.org 62